Me My Self & My Journal Blog

WELCOME TO MY JOURNAL

Terima kasih anda sudah berkenan untuk mengikuti perkembangan di Blog saya, blog saya ini merupakan Journal harian sebagai bentuk dokumentasi dan aktifitas yang sedang dilakukan, akan dilakukan, bahkan hanya berupa ide. Semoga isi dari jurnal ini bisa bermanfaat pada diri anda. Terima kasih.

Terbaru

ODONG-ODONG

Para penjual jasa mainan anak2 sekarang semakin  marak, baik itu di kota ataupun di desa2. Waktu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, aku sering sekali membujat mainan2 bersama teman2ku dengan menggunakan bilah bambu ataupun pelepah daun pisang. Mainan mobil2an, kuda2an, gangsing, layangan, pedang2an, ataupun mainan lainnya sering kami buat mengisi hari2 anak2 waktu dulu.

 

sekarang permainan banyak disediakan oleh para pejual jasa ataupun penjual maianan. Playstasion, XBox, game PC, Game Online, Radio Control, Wahana Bermain, Mengendara kuda, Odong2, dan lain2. Mainan sekarang rata2 terbuat dari plastik dan bahan metal. Jarang sekali terlihat anak2 membuat mainan, mereka langsung meminta kepada orang tuanya dan membeli di toko2 ataupun menyewanya.

Anakku yang sulung paling rajin naik Odong2, wahana mainan yang sederana dengan biaya yang murah. anya dengan seribu rupiah, anak2 dapat menaiki wahana itu dengan 3-5 kali putaran, atau dengan jangka waktu 5 menit. Jika permintaannya tidak dipenuhi, tangisnya tidak akan berhenti.

 

Namun suatu hari ketika kami hendak berkunjung ke rumah orang tua, kami melewati sebuah jembatan diatas sungai kecil yang airnya keruh berwarna coklat. Disana terlihat seorang penjual jasa odong2 sedang mencuci odong2nya dengan air sungai tersebut. Seketika anakku bertanya, “Ayah, kenapa odong2nya dicuci disitu? kan airnya kotor” ucapnya dengan mimik muka yang bingung. Aku tidak berusaha menjelaskannya, membiarkan anakku mencari jawabannya sendiri.

 

Minggu berikutnya ketika kami berjalan2 ke Pasar Minggu, anakku yang biasanya minta uang untuk naik odong2, ternyata hanya melihat ke arah anak2 yang berebutan menaiki odong2 yang mangkal disudut sebuah Ruko. Terlihat orang tua mereka yang tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya, menyemangati sebagian anak2 yang agak ketakutan. Anakku hanya berkata, “Yah, kasian yah anak2 itu, nanti pulangnya musti mandi tuh biar gak gatal2 badannya. Kan odong2 dicucinya di sungai” ucapnya dengan polos.

 

Sudah hampir 2 tahun berlalu semenjak anakku melihat Odong2 yang dicuci di sungai, dan dia tidak pernah meminta untuk menaiki wahana itu lagi. Sekarang dia senang sekali naik kuda, kuda yang sekali jalan harus membayar lima ribu rupiah :D

GEMPUNGAN SCOOTERIST BANDUNG [GSB] BLOG

Setelah beberapa bulan terakhir mengajukan diri untuk membuat blog khusus grup motor Vespaku, akhirnya dari pihak pengurus mengijinkan juga. Tanpa menyia2kan kesempatan, aku membuat blog dengan menggunakan WP, karena lebih mudah dan sudah biasa dalam menggunakan fasilitasnya.

Nama Blognya adalah Gempungan Scooterist Bandung, atau biasa disingkat dengan GSB. Klub Vespa kami sudah termasuk kedalam keanggotaan di Ikatan Vespa indonesia, dan jumlah anggota kami sekitar 40 orang. Kegiatan GSB adalah Triwulan Touring, pengajian Mingguan, dan mengikuti event2 yang diselenggarakan klub2 Vespa lainnya. Meskipun hanya beranggotakan 40 orang, namun kegiatan rutin pengajian tidak pernah terlewat di GSB.

Pengajian adalah salah satu cara GSB untuk mempererat sillaturrahmi, sekaligus menambah wawasan dalam beragama.

KHIMAR, NIQAB, DAN ABAYA

” Ayah, aku pengen pake baju kayak tante itu..” ucap anak sulungku, anak perempuanku yang baru berumur 6 tahun. Orang yang ditunjuk adalah seorang wanita yang menggunakan abaya dan niqab. “itu juga, itu juga…” katanya berulang2 ketika kembali lewat orang2 yang menggunakan pakaian muslimah khas Timur Tengah, kali ini wanita beserta anak2nya yang menggunakan khimar. Didaerahku memang banyak keluarga muslim yang menggunakan pakaian tertutup dari ujung rambut hingga ujung jari, bahkan tangannya pun dibungkus sarung tangan. Kami sekeluarga biasa melihat orang2 berpakaian ala Timur Tengah itu di Pasar Manglayang, pasar kaget yang hanya buka setiap hari minggu di daerah Manglayang Regency.

Aku pun tersenyum mendengar permintaan anakku, membayangkan keluarga kami menggunakan pakaian2 tersebut. Akhirnya pada hari minggu berikutnya, kami sekeluarga sepakat untuk sarapan bubur di pasar sambil menikmati liburan bersama keluarga. Tukang bubur langganan kami adalah Abu Ahmad, seorang tukang bubur yang tak pernah lepas menggunakan pakaian muslim. Dengan pakaian lebar, celana diatas mata kaki, dan tak pernah lepas kopiah hitamnya, lelaki itu selalu tersenyum ketika melayani konsumennya yang mengantri. Bubur buatan Abu Ahmad memang terkenal enak, tidak encer, gurihnya pas, dan yang lebih penting, porsinya pas, sesuai dengan jumlah uang yang kami keluarkan untuk harga semangkok bubur itu.

Aku  pun cepat2 menyelesaikan sarapanku, tujuanku cuma satu…bertanya tentang pakaian yang mereka gunakan dan orang2 yang sering aku lihat setiap hari minggu. Abaya, burqa, niqab, khimar, dan hijab2 lain yang menjadi pemandangan lumrah di daerah kami, memberi warna lain di pasar itu yang notabene masyarakatnya datang untuk berbelanja ataupun hanya berjalan2 dengan menggunanakn pakaian seadanya. Tak jarang ada orang yang masih terlihat lusuh dengan piyamanya, atau remaja2 yang tertawa2 kecil dengan pakaian olahraga ketatnya ataupun mini jeans. Ada pula ibu2 sekitar lingkungan itu yang ber-aerobik ria didepan minimarket yang menyediakan tempat dan panggung bagi pelatih dengan musik2 gak jelas. Berlenggak lenggok membelakangi para tukang ojek yang istirahat dibelakang mereka, menikmati bentuk tubuh yang dibalut pakaian olahraga yang tentu saja sangat pas ditubuh dan kadang kekurangan bahan juga.

Abu Ahmad tersenyum ketika aku bertanya tentang pakaian muslim itu, dan bertanya alasannya aku menanyakan perihal pakaian2 yang ternyata dipakai oleh rekan2nya itu. Setelah aku menjelaskannya, Abu Ahmad memebritahukan bahwa pakaian itu tidak dibeli di Pasar Baru ataupun toko pakaian muslim di Bandung, tapi dipesan langsung dari rekan mereka yang juga masih satu komunitas dengannya. Beliau memberikan nomor telpon selularnya ketika aku minta, dan mengantar kepergian kami dengan senyuman ketika matahari sudah mulai memanggang ubun2 kami.

Rasa tak percaya mengantar aku sampai ke Pasar Baru, pusat penjualan pakaian di Bandung untuk membeli abaya, ataupun Khimar. Setelah berkeliling selama 2 jam di gedung itu dengan hasil nihil, kami memutuskan untuk mencari disekitaran Pasar Baru, toko2 pakaian muslim milik orang dengan wajah2 Timur Tengah. Ternyata hasilnya pun nol, dan aku pun menyerah, pulang dengan tangan hampa. Mungkin memang ada benarnya juga, kalau didaerah kami pakaian tersebut tidak dijual umum, atau mungkin juga orang yang menjualnya belum mempromosikannya dengan baik.

Permintaan anakku untuk memiliki Khimar ataupun abaya itu belum bisa aku penuhi, aku pun belum bisa menjelaskan pentingnya totalitas ketika nanti dia menggunakannya. Untuk saat ini aku hanya bisa mengamini permintaan anakku, berdo’a berharap suatu saat anakku bisa menggunakan pakaian yang sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.

BLOG ADIK KECILKU

Aku orang yang tipenya gak begitu suka keliling di blog orang lain kalau gak begitu bermanfaat buatku, makanya perkembangan informasi agak kurang bisa mengikuti :D Namun di salah satu pilihan WP ternyata ada sebuah fitur “Find Friend”, dan lebih spesifiknya lagi teman yang menggunakan jejaring sosial FB. Rasa penasaran menuntunku untuk mengetahui seberapa banyak teman FBku yang bikin Blog di WP. Ternyata jumlahnya hanya 26 orang dari 1900 orang lebih ;P Mungkin banyak Webblog yang lain yang lebih mudah atau lebih terkenal dari WP, atau mungkin juga masih kurangnya orang untuk meluangkan waktu membuat blog dan menikmati rutinitasnya. Aku sendiri sudah membuat blog dari tahun 2008 lalu, meskipun dengan berbagai kendala, isi blog tidak begitu signifikan dalam memberi informasi.

Dari 26 orang teman di jejaring sosialku, ternyata salah satunya adalah adik kandungku. Senang juga melihat adikku membuat blog, lebih senang lagi ternyata isi blognya adalah pembelajaran ilmu agama. Aku bangga kepada adikku, dia lebih kuat berjuang dalam mempelajari agama, bahkan dengan tekad kuatnya itu, dia kuliah jurusan PAI dengan biaya sendiri di Jakarta setelah lulus di Akademi Kimia Analis di Bogor dengan titel Ahli Madya Kimia Analis. Titelnya rela dia copot demi mengejar cita2nya mempelajari ilmu agama, bahkan pada awal2 kuliahnya, dia rela menyisihkan setengah uang gajinya untuk biaya kuliah padahal gajinya di bawah UMR.

Tulisan yang tercantum di blog ku yang berisi “Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia “berkewajiban” untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog–dengan bahasa Inggris atau Indonesia — untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.” bermaksud mengajak agar orang2 lebih mau mengembangkan dirinya dengan mengapresiasikan diri dalam bentuk tulisan. Bahkan Mr. Yoshitake dalam bukunya “Jyakusa No Senryaku” [Strategi Bisnis Orang Lemah], seorang motivator bisnis terkenal asal Jepang mewajibkan dirinya untuk menulis di blog minimal sekali dalam satu hari. Maksudnya agar klien dan masyarakat umum bisa melihat perkembangan perusahaan atau kehidupan sehari2nya. Tentu saja yang baik2 saja, yang jelek2nya bisa diunggah dengan materi pembelajaran agar orang lain tidak mengikuti kejelekannya.

kembali ke Blog adikku, link ini akan membawa anda kedalam pengetahuan tentang Agama Islam. mudah2an bermanfaat bagi anda.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.969 pengikut lainnya.