Ritual bangun shubuh yg biasa kulakukan dulu di asrama, baru kali ini lagi kulakukan setelah 2 tahun tinggal di jepang. Ramadhan kemarin, sebulan penuh aku begadang, karena klo tidur dulu gak bakalan bisa sahur. Kebiasaanku dan kemampuan tubuhku untuk bangun di pagi buta memang payah, terkecuali jika dibangunkan oleh orang lain (meski tak jarang aku tertidur lagi).
Insiden kecil dan insiden besar pun terjadi dan terlewati karena kelemahanku ini, dan semuanya membuat aku frustasi. Tidak ikut ujian, telat jemput istri, telat masuk kerja, dan yg lebih parah…boss marah karena kemarin kedua kalinya aku tidak masuk kerja karena telat bangun…AAARRGGGHHH!
Frustasi, kesal, marah, sedih, kecewa pada diri sendiri, kecewa pada teman se apartement, kecewa pada rekan kerja, terlebih kepada orang yg antipati pada diriku (yg menganggap diri mereka lebih sempurna karena bisa bangun pagi). Akhirnya ku ambil langkah prinsip tambahan selain “Run Hard life is Short” yaitu “Trust No One”.
Pemikiran yang individualistis ini timbul mungkin karena aku sedang dalam posisi tersudutkan dari komunitas, juga karena antipati rekan2ku. Namun dibalik itu, timbul rasa ingin berkompetisiku yg memacu aku untuk bisa lebih baik bahkan harus bisa menjatuhkan derajat mereka jika perlu. Saat ini aku tak perduli dengan apa yg akan terjadi, selama aku yang menang!!.
Ternyata bangun shubuh juga memberikan aku waktu meski sedikit, dan semuanya bermanfaat meski harus dengan tambahan suplemen. Shalat shubuh, ngisi blog, upload data, membereskan kamar, dan melihat orang lain frustasi karena keduluan bangun tidurnya, menjadi sebuah hiburan bagiku dipagi buta ini. lagu Iwan Fals ” Bangunlah putra POutri Ibu Pertiwi” dan alunan Al-Qur’an dari MP3 ku sepertinya akan menjadi penyejuk hati, yg bisa menenangkan pikiranku dari dentuman musik Eminem yg sering menemaniku ketika sedang kesal.
Insayallah…mudah2an ini menjadi kebiasaan dankewajibanku…untuk bangun pagi…!!
DIarsipkan di bawah: BahaN RenUngaN, Cur Hadhad, Japon | Ditandai: bangun, frustasi, individualistis, shubuh | Leave a Comment »




PEJABAT Jakarta seperti ditampar.. Seorang warganya harus menggendong
MEGA bintang Michael Jackson akan dimakamkan Selasa 7 Juli 2009. Pemakaman tersebut rupanya tidak mengikutsertakan seluruh bagian tubuh Michael. Otak King of Pop itu tidak ikut dikubur. Craig Harvey, bagian forensik Los Angeles telah memberi konfirmasinya perihal otak Michael yang dipisahkan tersebut. Menurutnya perlu dilakukan serangkaian tes neuropathology untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya sang legenda itu. Keluarga sudah diberitahu soal kondisi di atas. Mereka diberi pilihan, otak tersebut dipisahkan atau ikut dikubur namun penyebab kematian Michael akan jadi tanda tanya. Keluarga rupanya memilih pilihan pertama. Otak Michael tidak bisa ikut dimakamkan karena pemeriksaan baru bisa dilakukan dua minggu setelah almarhum meninggal. Setelah dua minggu, otak tersebut akan mengeras sehingga bisa dibedah untuk dilakukan pemeriksaan. Menurut seorang sumber di bagian forensik, otak Michael sudah dipisahkan sebelum jenazah si Moonwalker itu dipulangkan ke keluarga. Demikian seperti detikhot kutip dari Mirror, Minggu (5/7). Pemeriksaan pada otak Michael diharapkan bisa mengungkap obat-obatan apa saja yang pernah dipakaianya. Apakah sebelumnya ayah tiga anak itu pernah overdosis juga bisa diketahui. “Jaringan otak tersebut harus diperiksa. Tapi aku tidak bisa tahu berapa lama pemeriksaan akan berlangsung,” ujar si sumber. Banjarmasin Post