Hiks…Hiks…Hiks…AYAAAAAHHH!!!

Senja datang dengan membawa penat setelah seharian bekerja, namun hati terasa lenggang karena hari itu hari sabtu. Akhirnya weekend datang juga, asyiiiik…dah terbayang rute2 jalan yang belum pernah aku lewati. Biasanya weekend diisi dengan kegiatan jalan2 kampung naek sepeda atau berkunjung ke apartemen teman [yang itu2 juga], meski kadang aku hanya terkulai dan tertidur seharian setelah semalaman bermain di dunia maya.

Belum sampai kepertigaan jalan, kekasih memanggil dengan nyanyian ringtone pribadi melalui HP ku. Terasa senang, karena memang hanya malam minggu saja kami melepas kerinduan. Namun ada yang aneh sore itu, karena biasanya sang kekasih nelepon malam hari. Cintaku bercerita, kalau gadis kecilku punya kebiasaan2 baru, teman2 baru, mainan2 baru, sudah mulai bisa bercerita, dan sering memanggil ayahnya; yaitu AKU. Bangga, bahagia, terharu, semua berkecamuk dalam dadaku. Nafas tersenggal bukan karena angin yang menyeret sepedaku, tapi riangnya suara yg sedang melukiskan kabar anak2ku jauh disana.

Photobucket

Baru 5 menit berbagi cerita, terasa kering kerongkongan dan panas mataku. Dibelakang suara kekasih, terdengar lantang tangisan gadis kecilku…..Hiks…hiks…AYAAAAAAHHH! Tak terasa aku pun ikut menangis, terasa sakit hati ini ketika sadar aku tak ada disana, tak ada untuk memeluknya, tak ada untuk menghiburnya, jauh…jauh…diantah berantah.

Sepuluh menit aku hanya terduduk di trotoar, sepedaku tergolek menemani sesaknya nafas ini. Merenung…hanya merenung dan menghapus air mata yang kubisa…..lalu tersadar….kenapa ketika aku kecil dan menangis, aku selalu memanggil2 nenekku, ternyata dia jauh dariku, tak ada ketika ku ingin dipeluknya. Apakah Gadis kecilku juga seperti itu? Apakah akan selamanya aku yang dipanggil ketika dia bersedih dan menangis? meskipun aku sudah dekat?……

hiks….hiks….Emaaaaaaaakkkk!

Tinggalkan Balasan