KASIHAN BUNDA
Istriku adalah seorang pekerja keras dan penyabar dimataku dan mata anak2ku. Dia selalu meluangkan waktu dan pikirannya untuk mengurus kami, memasak demi perut2 serakah kami, membereskan mainan2 kami, dan mengurus anak2 orang di tempatnya bekerja. Pekerjaannya Sebagai perawat di RSUD Kota Bandung selalu menyita waktu hingga 8-10jam, selesai bekerja pun status sebagai perawatnya tidak pernah ia tanggalkan.
Ketika kami sakit, dia yang sibuk merawat kami, memberikan obat dengan telaten dan sabar karena sebagian dari kami tidak suka makan obat. Aku bedrest seminggu karena flu, dia yang merawat tanpa perlu ke Rumah Sakit. Anak sulung Cacar, dikarantina dirumah dan dirawat dengan penuh cinta. Anak kedua demam, dia yang menemani setiap malam anakku terbangun dan minta minum. Anak bungsu yang masih 4 bulan, masih bunda juga yang musti terbangun 2-3 kali tiap malam untuk menyusui. alangkah sempitnya waktu untuk beristirahat, alangkah lelah raut wajahnya.
Tapi apa yang terjadi saudara2 ???!!!! Suatu pagi ketika semua sedang bersiap untuk berangkat beraktifitas, aku yang bersiap pergi ke kantor, bunda yang berbenah rumah dan bersiap berangkat bekerja, anak Sulung yang masih malas2an nonton TV sambil menunggu diantar sekolah, anak kedua yang sibuk bermain, dan anak bungsu yang menangis kencang minta disusui, istriku tertawa kecil sambil berdiri di depan kami. Kami bingung dengan sikapnya, jangan2 karena rutinitas yang merepotkan bunda merasa tertekan dan merencanakan sesuatu yang aneh2. “Bunda kenapa?” tanya Anak sulungku…”gak kenapa2, bunda punya sesuatu untuk kalian” ucapnya dengan lemah lembut. Dia beranjak ke meja kerja dan mengambil HPnya, dan dia memperlihatkan sebuah foto…..foto yang dia ambil ketika kami masih terlelap dalam mimpi2 kami. ” ini tadi shubuh bunda foto, kompak banget deh…lucu” katanya sambil tertawa.
Kami tertawa pagi itu, membuat kami semangat untuk beraktifitas. Janjiku dalam hati, “AKU AKAN SEMANGAT BEKERJA, AGAR KAMU TETAP SEMANGAT MENGURUS KAMI”…heuheu
NYERI HATE AING MAH!!!
Kadang urang mikir, naha urang sok sensitif pisan nyanghareupan hiji masalah. Batur ngomong teu ngeunah saeutik, nyeri hate. Batur teu ngahargaan pagawean urang, nyeri hate. Pamajikan malaweung keur diomongan ku urang, urang bisa ngadat harita keneh…asa jiga nu teu dihargaan. Komo deui minggu2 ayeuna, marales nyanghareupan babaturan nu sabenerna geus asa jiga dulur. Ku basa jeung sikap na, jiga nu harampang mopohokeun batur, asa ku gampang nalipak dulur ku basa. mun keuna ka batur mah hare2 meureun, keuna ka urang mah…euleuuuuuhhh…jiga nu dek ngajak tempur wae karasana.
Ceuk nu sejen mah “bawa santey we atuh”, “hayu maju babarengan”, atawa ” kalem mang, kuurang didukung”…teu ngarasakeun jumerit hate urang, teu mandang kana kaayaan jeung tujuan urang. Mun kudu balaka mah, kadang urang sok melaan babaturan nepi ka poho keluarga jeung dulur, ceuk basa mah… “batur jadi dulur, dulur jadi batur”, tapi nu dibelaan ngadon nganggap urang hayang kataji, hayang kapake, atawa cari perhatian. SUMPAH…nu dipikahayang ku urang ngan saukur urang sarerea bisa hirup saluyu, bisa jalan sarerea, bisa maju kanu di tuju. Ngan urang mah memang jalma nu kurang hade na basa, kurang elmu na pendidikan agama, tapi tong kitu2 teuing jang/nyi. Da sia teh hirup keneh…ke mun geus maot kakara masing2!!!! ANJ**G!!
BANGUN SHUBUH…
Ritual bangun shubuh yg biasa kulakukan dulu di asrama, baru kali ini lagi kulakukan setelah 2 tahun tinggal di jepang. Ramadhan kemarin, sebulan penuh aku begadang, karena klo tidur dulu gak bakalan bisa sahur. Kebiasaanku dan kemampuan tubuhku untuk bangun di pagi buta memang payah, terkecuali jika dibangunkan oleh orang lain (meski tak jarang aku tertidur lagi).
Insiden kecil dan insiden besar pun terjadi dan terlewati karena kelemahanku ini, dan semuanya membuat aku frustasi. Tidak ikut ujian, telat jemput istri, telat masuk kerja, dan yg lebih parah…boss marah karena kemarin kedua kalinya aku tidak masuk kerja karena telat bangun…AAARRGGGHHH!
Frustasi, kesal, marah, sedih, kecewa pada diri sendiri, kecewa pada teman se apartement, kecewa pada rekan kerja, terlebih kepada orang yg antipati pada diriku (yg menganggap diri mereka lebih sempurna karena bisa bangun pagi). Akhirnya ku ambil langkah prinsip tambahan selain “Run Hard life is Short” yaitu “Trust No One”.
Pemikiran yang individualistis ini timbul mungkin karena aku sedang dalam posisi tersudutkan dari komunitas, juga karena antipati rekan2ku. Namun dibalik itu, timbul rasa ingin berkompetisiku yg memacu aku untuk bisa lebih baik bahkan harus bisa menjatuhkan derajat mereka jika perlu. Saat ini aku tak perduli dengan apa yg akan terjadi, selama aku yang menang!!.
Ternyata bangun shubuh juga memberikan aku waktu meski sedikit, dan semuanya bermanfaat meski harus dengan tambahan suplemen. Shalat shubuh, ngisi blog, upload data, membereskan kamar, dan melihat orang lain frustasi karena keduluan bangun tidurnya, menjadi sebuah hiburan bagiku dipagi buta ini. lagu Iwan Fals ” Bangunlah putra POutri Ibu Pertiwi” dan alunan Al-Qur’an dari MP3 ku sepertinya akan menjadi penyejuk hati, yg bisa menenangkan pikiranku dari dentuman musik Eminem yg sering menemaniku ketika sedang kesal.
Insayallah…mudah2an ini menjadi kebiasaan dankewajibanku…untuk bangun pagi…!!
PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
Salemba, Warta Kota, Milis alumni_da_garut
PEJABAT Jakarta seperti ditampar.. Seorang warganya harus menggendong
mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta
rel listrik (KRL) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6).
Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn)
tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan
memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa
KRL. (lagi…)
Jangan Takut Jadi Orang Aneh
“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz
“Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini.
“Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia
menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan,
sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku
menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”
“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan
pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai
sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum
alami” Kata Pak Ustadz. (lagi…)
10 Resep Sukses Bangsa Jepang
Dari email yang masuk ke inbox mail saya, daterima dari milis alumni_da_garut dari http://romisatriawa hono.net/ 2007/06/13/ 10-resep- sukses-bangsa- jepang/>
10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh.
*1. KERJA KERAS*
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah
sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.
(lagi…)
KRISIS
Diambil dari email yang masuk ke Inbox saya, dari milis alumni_da_garut, dengan website http://www.darul-ar.com/. Sebuah bahan renungan untuk umat manusia.
Esai, Fahd Djibran
Izinkan saya menulis tentang krisis. Ketika harapan berada di tubir jurang kekecewaan dan masa depan begitu mengkhawatirkan. Monumen peristiwa yang selalu ingin dilupakan dan segera dilewati, tetapi waktu seperti bisa memperlambat dirinya sendiri.
Ada satu kata dalam bahasa Inggris, gutted, memupuskan harapan: seorang ayah yang bertahun-tahun mengayuh becak demi sekolah anaknya tercinta, suatu hari harus mendapat surat drop out untuk anaknya yang tak pernah bersungguh-sungguh sekolah. Atau seorang lelaki di perantauan yang bekerja setengah gila untuk kekasihnya tercinta di desa, suatu hari pulang menyaksikan pujaan hatinya merayakan pesta perkawinan bersama lelaki yang lain.
Saat harapan berada di tubir jurang kekecewaan, hidup begitu meyesakkan untuk diteruskan, dan masa depan begitu mengkhawatirkan… itulah saat-saat krisis. Bila dunia sedang seperti perasaan bapak pengayuh becak atau lelaki perantau yang patah hati, sesugguhnya dunia sedang menagalami sebuah fase krisis, gutted. (lagi…)
Setan Bungkeuleukan…
Kata2 “Setan Bungkeuleukan” pasti asing ditelinga masyarakat indonesia kecuali Suku Sunda, kata itu ku sayah diartikeun “Setan yang Menjelma” atau juga “Jelmaan Setan”. Dalam tulisan ini tidak ada unsur horor ataupun niat menakut-nakuti, ngan saukur mengeluarkan unek2 yang ada didalam kepala (diatas kepala….ketombe dooong).
Setan bungkeuleukan yang di maksud adalah hal2 yang bikin kita jadi lupa ketika hendak melaksanakan sesuatu yang telah kita niatkan sebelumnya. Hal2 yang menghalangi kita dengan iming2 kesenangan atau kanikmatan sakeudeungeun. TV yang menghabiskan waktu ibadah, internet sebagai sarana edukasi yang menjadi sarana ereksi, pemimpin yangterlihat bijak padahal ruksak, teman yang diharapkan menasihati malah menjerumuskan bisa disebut sebagai Setan Bungkeuleukan. Conto2 lainna cukup ningali kana lingkungan sabudeureun awak, apakah ada yang mengajak kita kepada hal negatif atau tidak, hal2 yang menghalangi hal2 positif.
Secara tidak sadar kita telah sering terseret oleh para Setan Bungkeuleukan ini, bahkan tak jarang malah kita memujanya. Harta, Tahta, dan Kesenangan selalu menjadi dasar terpengaruhnya kita oleh para Setan2 ini.
Berjuanglah….hapus, minimal kurangi intensitas kita bergaul dan menikmati bersua dengn Setan bungkeuleukan, karena kita juga harus sadar bahwa kita akan kembali kepada-Nya.
UNDER CONSTRUCTION




GSB
Poernama Photography


