PROJECT…PROJECT!!!
Lagi banyak ide yang ingin aku wujudkan, sekarang ini baru Singlewheel Trailer dan usaha jual LELE GOKIL yang baru terwujud. Singlewheel Trailer sendiri merupakan project yang sudah aku rencanakan sejak 1 tahun lalu, namun baru bisa terealisasi 2 minggu belakangan. Sekarang sedang dalam tahap proses finishing. Untuk usaha LELE GOKIL, aku ikut teman yang menjadi owner usaha itu, aku jadi agen untuk wilayah Ujung Berung-Bandung.


Masih banyak project lain yang ingin aku wujudkan, tampaknya harus menunggu lagi karena keuanganku menipis. Biaya untuk Singlewheel Trailer sudah mencapai 1,5 juta, dan usaha sebagai agen penjualan LELE GOKIL juga baru 2 hari berjalan dan sudah keluar modal awal yang cukup lumayan untuk ukuran keluargaku. Mudah2an semuanya berjalan lancar, kalau lancar kan hasilnya buat project2 aku yang lainnya. Amiiinnn
KHIMAR, NIQAB, DAN ABAYA
” Ayah, aku pengen pake baju kayak tante itu..” ucap anak sulungku, anak perempuanku yang baru berumur 6 tahun. Orang yang ditunjuk adalah seorang wanita yang menggunakan abaya dan niqab. “itu juga, itu juga…” katanya berulang2 ketika kembali lewat orang2 yang menggunakan pakaian muslimah khas Timur Tengah, kali ini wanita beserta anak2nya yang menggunakan khimar. Didaerahku memang banyak keluarga muslim yang menggunakan pakaian tertutup dari ujung rambut hingga ujung jari, bahkan tangannya pun dibungkus sarung tangan. Kami sekeluarga biasa melihat orang2 berpakaian ala Timur Tengah itu di Pasar Manglayang, pasar kaget yang hanya buka setiap hari minggu di daerah Manglayang Regency.
Aku pun tersenyum mendengar permintaan anakku, membayangkan keluarga kami menggunakan pakaian2 tersebut. Akhirnya pada hari minggu berikutnya, kami sekeluarga sepakat untuk sarapan bubur di pasar sambil menikmati liburan bersama keluarga. Tukang bubur langganan kami adalah Abu Ahmad, seorang tukang bubur yang tak pernah lepas menggunakan pakaian muslim. Dengan pakaian lebar, celana diatas mata kaki, dan tak pernah lepas kopiah hitamnya, lelaki itu selalu tersenyum ketika melayani konsumennya yang mengantri. Bubur buatan Abu Ahmad memang terkenal enak, tidak encer, gurihnya pas, dan yang lebih penting, porsinya pas, sesuai dengan jumlah uang yang kami keluarkan untuk harga semangkok bubur itu.

Aku pun cepat2 menyelesaikan sarapanku, tujuanku cuma satu…bertanya tentang pakaian yang mereka gunakan dan orang2 yang sering aku lihat setiap hari minggu. Abaya, burqa, niqab, khimar, dan hijab2 lain yang menjadi pemandangan lumrah di daerah kami, memberi warna lain di pasar itu yang notabene masyarakatnya datang untuk berbelanja ataupun hanya berjalan2 dengan menggunanakn pakaian seadanya. Tak jarang ada orang yang masih terlihat lusuh dengan piyamanya, atau remaja2 yang tertawa2 kecil dengan pakaian olahraga ketatnya ataupun mini jeans. Ada pula ibu2 sekitar lingkungan itu yang ber-aerobik ria didepan minimarket yang menyediakan tempat dan panggung bagi pelatih dengan musik2 gak jelas. Berlenggak lenggok membelakangi para tukang ojek yang istirahat dibelakang mereka, menikmati bentuk tubuh yang dibalut pakaian olahraga yang tentu saja sangat pas ditubuh dan kadang kekurangan bahan juga.
Abu Ahmad tersenyum ketika aku bertanya tentang pakaian muslim itu, dan bertanya alasannya aku menanyakan perihal pakaian2 yang ternyata dipakai oleh rekan2nya itu. Setelah aku menjelaskannya, Abu Ahmad memebritahukan bahwa pakaian itu tidak dibeli di Pasar Baru ataupun toko pakaian muslim di Bandung, tapi dipesan langsung dari rekan mereka yang juga masih satu komunitas dengannya. Beliau memberikan nomor telpon selularnya ketika aku minta, dan mengantar kepergian kami dengan senyuman ketika matahari sudah mulai memanggang ubun2 kami.
Rasa tak percaya mengantar aku sampai ke Pasar Baru, pusat penjualan pakaian di Bandung untuk membeli abaya, ataupun Khimar. Setelah berkeliling selama 2 jam di gedung itu dengan hasil nihil, kami memutuskan untuk mencari disekitaran Pasar Baru, toko2 pakaian muslim milik orang dengan wajah2 Timur Tengah. Ternyata hasilnya pun nol, dan aku pun menyerah, pulang dengan tangan hampa. Mungkin memang ada benarnya juga, kalau didaerah kami pakaian tersebut tidak dijual umum, atau mungkin juga orang yang menjualnya belum mempromosikannya dengan baik.
Permintaan anakku untuk memiliki Khimar ataupun abaya itu belum bisa aku penuhi, aku pun belum bisa menjelaskan pentingnya totalitas ketika nanti dia menggunakannya. Untuk saat ini aku hanya bisa mengamini permintaan anakku, berdo’a berharap suatu saat anakku bisa menggunakan pakaian yang sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.
Masih Kurang Kreatif
Banyak melihat banyak pula yang pengen dibikin, Creative Project malah jadi tersendat ^^”. Kebanyakan liat karya orang malah jadi kesel sendiri, mikirin hasil, bahan, dan alat2 yang mereka punya. Mikirnya cloning doang, padahal aku sendiri punya alat2 yang bisa aku pake buat bikin karya. hahahaha…ternyata aku masih kurang kreatif, belom bisa memanfaatkan secara maksimal alat2 yang aku punya.
Alat2 fotografi punyaku udah lumayan komplit, kalo menurutku ya udah punya standar minimum untuk bikin studio deh ^^. tapi masih ada aja alasan yang bikin aku males untuk memulai, partner lah, power supply lah, waktu lah, lokasi lah, yang selalu jadi alasanku ^^” padahal kesemuanya itu bisa ditangani tanpa harus keluar modal dan waktu lagi. kayaknya aku harus mulai dari dasar aja, mencoba berkarya dengan alat yang ada.
Banyak hutang karya yang harus aku bikin, banyak request yang belom aku laksanain. Mulai besok, aku bikin karya…ya…aku harus bikin karya. Hasil akhir adalah pembelajaran, proses adalah pencapaian. Yuuuppp…SEMANGAT!!!!
KASIHAN BUNDA
Istriku adalah seorang pekerja keras dan penyabar dimataku dan mata anak2ku. Dia selalu meluangkan waktu dan pikirannya untuk mengurus kami, memasak demi perut2 serakah kami, membereskan mainan2 kami, dan mengurus anak2 orang di tempatnya bekerja. Pekerjaannya Sebagai perawat di RSUD Kota Bandung selalu menyita waktu hingga 8-10jam, selesai bekerja pun status sebagai perawatnya tidak pernah ia tanggalkan.
Ketika kami sakit, dia yang sibuk merawat kami, memberikan obat dengan telaten dan sabar karena sebagian dari kami tidak suka makan obat. Aku bedrest seminggu karena flu, dia yang merawat tanpa perlu ke Rumah Sakit. Anak sulung Cacar, dikarantina dirumah dan dirawat dengan penuh cinta. Anak kedua demam, dia yang menemani setiap malam anakku terbangun dan minta minum. Anak bungsu yang masih 4 bulan, masih bunda juga yang musti terbangun 2-3 kali tiap malam untuk menyusui. alangkah sempitnya waktu untuk beristirahat, alangkah lelah raut wajahnya.
Tapi apa yang terjadi saudara2 ???!!!! Suatu pagi ketika semua sedang bersiap untuk berangkat beraktifitas, aku yang bersiap pergi ke kantor, bunda yang berbenah rumah dan bersiap berangkat bekerja, anak Sulung yang masih malas2an nonton TV sambil menunggu diantar sekolah, anak kedua yang sibuk bermain, dan anak bungsu yang menangis kencang minta disusui, istriku tertawa kecil sambil berdiri di depan kami. Kami bingung dengan sikapnya, jangan2 karena rutinitas yang merepotkan bunda merasa tertekan dan merencanakan sesuatu yang aneh2. “Bunda kenapa?” tanya Anak sulungku…”gak kenapa2, bunda punya sesuatu untuk kalian” ucapnya dengan lemah lembut. Dia beranjak ke meja kerja dan mengambil HPnya, dan dia memperlihatkan sebuah foto…..foto yang dia ambil ketika kami masih terlelap dalam mimpi2 kami. ” ini tadi shubuh bunda foto, kompak banget deh…lucu” katanya sambil tertawa.
Kami tertawa pagi itu, membuat kami semangat untuk beraktifitas. Janjiku dalam hati, “AKU AKAN SEMANGAT BEKERJA, AGAR KAMU TETAP SEMANGAT MENGURUS KAMI”…heuheu
NYERI HATE AING MAH!!!
Kadang urang mikir, naha urang sok sensitif pisan nyanghareupan hiji masalah. Batur ngomong teu ngeunah saeutik, nyeri hate. Batur teu ngahargaan pagawean urang, nyeri hate. Pamajikan malaweung keur diomongan ku urang, urang bisa ngadat harita keneh…asa jiga nu teu dihargaan. Komo deui minggu2 ayeuna, marales nyanghareupan babaturan nu sabenerna geus asa jiga dulur. Ku basa jeung sikap na, jiga nu harampang mopohokeun batur, asa ku gampang nalipak dulur ku basa. mun keuna ka batur mah hare2 meureun, keuna ka urang mah…euleuuuuuhhh…jiga nu dek ngajak tempur wae karasana.
Ceuk nu sejen mah “bawa santey we atuh”, “hayu maju babarengan”, atawa ” kalem mang, kuurang didukung”…teu ngarasakeun jumerit hate urang, teu mandang kana kaayaan jeung tujuan urang. Mun kudu balaka mah, kadang urang sok melaan babaturan nepi ka poho keluarga jeung dulur, ceuk basa mah… “batur jadi dulur, dulur jadi batur”, tapi nu dibelaan ngadon nganggap urang hayang kataji, hayang kapake, atawa cari perhatian. SUMPAH…nu dipikahayang ku urang ngan saukur urang sarerea bisa hirup saluyu, bisa jalan sarerea, bisa maju kanu di tuju. Ngan urang mah memang jalma nu kurang hade na basa, kurang elmu na pendidikan agama, tapi tong kitu2 teuing jang/nyi. Da sia teh hirup keneh…ke mun geus maot kakara masing2!!!! ANJ**G!!
BANGUN SHUBUH…
Ritual bangun shubuh yg biasa kulakukan dulu di asrama, baru kali ini lagi kulakukan setelah 2 tahun tinggal di jepang. Ramadhan kemarin, sebulan penuh aku begadang, karena klo tidur dulu gak bakalan bisa sahur. Kebiasaanku dan kemampuan tubuhku untuk bangun di pagi buta memang payah, terkecuali jika dibangunkan oleh orang lain (meski tak jarang aku tertidur lagi).
Insiden kecil dan insiden besar pun terjadi dan terlewati karena kelemahanku ini, dan semuanya membuat aku frustasi. Tidak ikut ujian, telat jemput istri, telat masuk kerja, dan yg lebih parah…boss marah karena kemarin kedua kalinya aku tidak masuk kerja karena telat bangun…AAARRGGGHHH!
Frustasi, kesal, marah, sedih, kecewa pada diri sendiri, kecewa pada teman se apartement, kecewa pada rekan kerja, terlebih kepada orang yg antipati pada diriku (yg menganggap diri mereka lebih sempurna karena bisa bangun pagi). Akhirnya ku ambil langkah prinsip tambahan selain “Run Hard life is Short” yaitu “Trust No One”.
Pemikiran yang individualistis ini timbul mungkin karena aku sedang dalam posisi tersudutkan dari komunitas, juga karena antipati rekan2ku. Namun dibalik itu, timbul rasa ingin berkompetisiku yg memacu aku untuk bisa lebih baik bahkan harus bisa menjatuhkan derajat mereka jika perlu. Saat ini aku tak perduli dengan apa yg akan terjadi, selama aku yang menang!!.
Ternyata bangun shubuh juga memberikan aku waktu meski sedikit, dan semuanya bermanfaat meski harus dengan tambahan suplemen. Shalat shubuh, ngisi blog, upload data, membereskan kamar, dan melihat orang lain frustasi karena keduluan bangun tidurnya, menjadi sebuah hiburan bagiku dipagi buta ini. lagu Iwan Fals ” Bangunlah putra POutri Ibu Pertiwi” dan alunan Al-Qur’an dari MP3 ku sepertinya akan menjadi penyejuk hati, yg bisa menenangkan pikiranku dari dentuman musik Eminem yg sering menemaniku ketika sedang kesal.
Insayallah…mudah2an ini menjadi kebiasaan dankewajibanku…untuk bangun pagi…!!
“JAPANESE BLOG” nekat dibikin deh..^_^;
walah…semaleman maksain bikin blog edukasi bahasa jepang ternyata bikin mumet juga yah. kalo bahannya sih udah punya, kan buku2nya udah ada. tapi yang bikin bingun, cara masukin ke blog itu sendiri , masa musti diketik semua? bisa gempor atuh jari gw! heuheu…
tapi gak papa lah, mudah2an blognya terus bisa di-update, kan kasian klo “hidup segan mati tak mau”
see yaa…!!!!
EDAN2AN
TB/BB 185/65, dulu malah cuman nyampe 60kg doang n bertahan 5thn. Pernah bikin program latihan sendiri, bikin barbel pake cor2an beton….12,5kg-an lah. program latihan, pagi barbel multiple position 1,5 jam, siang2 terik matahari lari dari rumah ibu ke rumah uwak (3-4 km) bolak balik, sore berenang 1s/d perut kembung, malem push-up sampe kelenger….
badan gak gede, nambah item doang…..hahahaha.!
niat bukan pengen bentuk sih tadinya, pengen nambah berat badan. (lagi…)
Berharap Bisa Tua
Sekarang umur ku udah 29 thn, menikah, dan punya 2 anak yang lucu2. Kata orang sih Gede Milik. mungkin gede milik disini konteksnya aku dah berkeluarga, mempunyai pekerjaan, dan orang2 nu nya’ah yang selalu menunggu aku pulang dan menceriakan suasana rumah tangga.
Disatu sisi aku merasa kurang, kurang itu kurang ieu, belah ditu belah dieu. masih banyak kekurangan yang terasa, Can dewasa, can bisa tanggung jawab, can berhasil, can bisa jadi jelema jeung bapa nu ngabahagiakeun keluarga. Lamun ngilik kanu umur mah, sepertinya harus sudah bisa mapan, mandiri, dan mempunyai mempunyai prinsip. Tapi itulah aku, slebor, sangeunahna, jeung kadang mikir panjang jang masa depan tapi pelaksanaan seringkali terbetur masalah males, gengsi, takut mencoba, dan takut untuk gagal. (lagi…)
Siapa Aku…Siapa Kamu?
Pernah ngerasa gak ada yang peduli, dianggap gagal sama semua orang, disepelekan dan diasingkan? aku pernah. Kamu?
pernah sampai pada satu titik ngerasa kosong? gak tau musti kemana? gak tau musti ngapain? aku pernah. Kamu?
pernah ngerasa bahwa didunia ini Tuhan hanya perduli kepadamu? hanya mengurus dan memperhatikanmu? memberi dan mengambil darimu? manusia lainnya cuma aksesoris agar kamu tidak merasa sendiri? aku pernah. Kamu?
Hanya saja aku sekarang tau diriku. Aku laki2 yang ditemani perempuan dari rusukku, dilahirkan dari rahim ibuku, diberi amanat oleh Tuhanku, diberi rizki melalui anak2ku. Selebihnya kalian sudah tahu…..
Hanya saja kadang kalian masih kuanggap aksesoris kehidupan, yang memberi warna dan tawa, bahagia dan air mata, ikhlas dan terpaksa.
Otot Leho
SOMBONG SIAH!!! TEU DAEK WAWUH JEUNG AING DEUI SIA TEH?”
Kata itu yang keluar ketika bertemu teman sepermainan waktu kecil dikampung ku dulu. Sedih, malu, saeutikna rumasa, kalau memang aku kurang bisa menjalin komunikasi dengan teman2 yang pernah ngeusian hate jeung memori jaman keur otot leho.
Teman SD malah sama sekali gak ada yang kontek, teman sekampung dulu entah gimana kabarnya. Teman seperjuangan halirup masing2, sedikitnya mulai lupa memori bahwa jaman2 otot leho itu lah yang bikin karakter kita seperti sekarang.
Benci Kebodohan & Keserakahan
Udah waktunya tidur, tapi penyakit kumat…..takut untuk tidur!. Ketakutanku untuk tidur adalah nggak bisa bangun atau menemukan hari besok sama atau kurang dari hari kemaren. Gak ada yang mau kayak gitu kan? samaaaaa…….
Sebenernya sih dah nyadar dari dulu, kekalahanku adalah terlalu menikmati malam ketimbang siang. Malam lebih menjanjikan ketenangan, kesejukan dan keleluasaan untuk berpikir, meskipun yang dipikirkan ternyata kesusahan yang disebabkan kebiasaan burukku ini, hihihihiii…. (lagi…)
Keadilan Itu Untuk Siapa?
Jadi jelema teh kudu resep neang Elmu jeung pangalaman salila hirup di dunya, rumasa yen waktu jeung ihlas teh penting, tur gengsi jeung katurut nafsu teh salah, ibadah jeung deuket ka budak teh wajib, jangar sirah jeung dipepende pamajikan/salaki teh hak……
“Bikinin susu tapi gak pake teh…please”. Hihihihi
Itu yang baru kusadari kemarin siang, entah salah atau benar….KUMA AING WE!
Cuma ada satu lagi yang dirasa kurang…..ADIL. Selain ibadah, mana yang harus didahulukan. Anak istri, orang tua, Teman, atau diri sendiri?
Kalo aku sih seringnya lebih bisa ngeluangin waktu buat temen dari pada buat istri, ulin sorangan tibatan jeung budak, poho ka kolot sabab ngarasa kolot mah pasti maklum. Belain temen bikin istri ngomel, belain istri ortu ngomel, belain ortu anak ngomel, pengen belain diri sendiri semua ngomel. Tuh kan jadi serba salah. trus kalo pengen adil, siapa yang musti diduluin?
Lieur nya? Komo Aing…kwakakakak
Adventure Trail
Dulu…..Sebelum Nikah n punya anak, hobiku naek gunung pake motor trail [adventrure trai]. Klo dah jalan2 rombongan, bisa sampe 20-30 orang + motornya tuh. Pernah gabung klubnya, malah termasuk pendirinya. Tapi itu dulu…., sekarang hanya bisa mengenang. huuuuuh…
Sebenernya berat ninggalin Hobi, rasanya ada diatas motor butut n dibawah motor butut juga jadi pengalaman ma olah raga buat aku. Pendidikan mental dan tehnik juga bisa nambah, gak percaya? Coba aja mogok di tengah hutan, hujan2, denger temen ketemu setan, mekanik pada kabur duluan, Dijamin mental bakal teruji, dan tehnik betulin motor sendiri di paksa tumbuh. hehehehe…
Yah..emang kenangan manis dan kotor, kotornya beneran lho. Tapi apa mau dikata, motornya dijual buat modal usaha. Sekarang dipegang ma orang Cimahi, Tau masih ada apa nggak nya. huuuuh….
Gak papa deh, mudah2an pulang dari sini kebeli lagi. Kali ini harus motor baru, masa anak mo diajak dorong2 motor sih hihihihi…..
amin….
Hiks…Hiks…Hiks…AYAAAAAHHH!!!
Senja datang dengan membawa penat setelah seharian bekerja, namun hati terasa lenggang karena hari itu hari sabtu. Akhirnya weekend datang juga, asyiiiik…dah terbayang rute2 jalan yang belum pernah aku lewati. Biasanya weekend diisi dengan kegiatan jalan2 kampung naek sepeda atau berkunjung ke apartemen teman [yang itu2 juga], meski kadang aku hanya terkulai dan tertidur seharian setelah semalaman bermain di dunia maya.
Belum sampai kepertigaan jalan, kekasih memanggil dengan nyanyian ringtone pribadi melalui HP ku. Terasa senang, karena memang hanya malam minggu saja kami melepas kerinduan. Namun ada yang aneh sore itu, karena biasanya sang kekasih nelepon malam hari. Cintaku bercerita, kalau gadis kecilku punya kebiasaan2 baru, teman2 baru, mainan2 baru, sudah mulai bisa bercerita, dan sering memanggil ayahnya; yaitu AKU. Bangga, bahagia, terharu, semua berkecamuk dalam dadaku. Nafas tersenggal bukan karena angin yang menyeret sepedaku, tapi riangnya suara yg sedang melukiskan kabar anak2ku jauh disana.
Baru 5 menit berbagi cerita, terasa kering kerongkongan dan panas mataku. Dibelakang suara kekasih, terdengar lantang tangisan gadis kecilku…..Hiks…hiks…AYAAAAAAHHH! Tak terasa aku pun ikut menangis, terasa sakit hati ini ketika sadar aku tak ada disana, tak ada untuk memeluknya, tak ada untuk menghiburnya, jauh…jauh…diantah berantah.
Sepuluh menit aku hanya terduduk di trotoar, sepedaku tergolek menemani sesaknya nafas ini. Merenung…hanya merenung dan menghapus air mata yang kubisa…..lalu tersadar….kenapa ketika aku kecil dan menangis, aku selalu memanggil2 nenekku, ternyata dia jauh dariku, tak ada ketika ku ingin dipeluknya. Apakah Gadis kecilku juga seperti itu? Apakah akan selamanya aku yang dipanggil ketika dia bersedih dan menangis? meskipun aku sudah dekat?……
hiks….hiks….Emaaaaaaaakkkk!








GSB
Poernama Photography


