Me My Self & My Journal Blog

Japon

BANGUN SHUBUH…

Ritual bangun shubuh yg biasa kulakukan dulu di asrama, baru kali ini lagi kulakukan setelah 2 tahun tinggal di jepang. Ramadhan kemarin, sebulan penuh aku begadang, karena klo tidur dulu gak bakalan bisa sahur. Kebiasaanku dan kemampuan tubuhku untuk bangun di pagi buta memang payah, terkecuali jika dibangunkan oleh orang lain (meski tak jarang aku tertidur lagi).

Insiden kecil dan insiden besar pun terjadi dan terlewati karena kelemahanku ini, dan semuanya membuat aku frustasi. Tidak ikut ujian, telat jemput istri, telat masuk kerja, dan yg lebih parah…boss marah karena kemarin kedua kalinya aku tidak masuk kerja karena telat bangun…AAARRGGGHHH!

Frustasi, kesal, marah, sedih, kecewa pada diri sendiri, kecewa pada teman se apartement, kecewa pada rekan kerja, terlebih kepada orang yg antipati pada diriku (yg menganggap diri mereka lebih sempurna karena bisa bangun pagi). Akhirnya ku ambil langkah prinsip tambahan selain “Run Hard life is Short” yaitu “Trust No One”.

Pemikiran yang individualistis ini timbul mungkin karena aku sedang dalam posisi tersudutkan dari komunitas, juga karena antipati rekan2ku. Namun dibalik itu, timbul rasa ingin berkompetisiku yg memacu aku untuk bisa lebih baik bahkan harus bisa menjatuhkan derajat mereka jika perlu. Saat ini aku tak perduli dengan apa yg akan terjadi, selama aku yang menang!!.

Ternyata bangun shubuh juga memberikan aku waktu meski sedikit, dan semuanya bermanfaat meski harus dengan tambahan suplemen. Shalat shubuh, ngisi blog, upload data, membereskan kamar, dan melihat orang lain frustasi karena keduluan bangun tidurnya, menjadi sebuah hiburan bagiku dipagi buta ini. lagu Iwan Fals ” Bangunlah putra POutri Ibu Pertiwi” dan alunan Al-Qur’an dari MP3 ku sepertinya akan menjadi penyejuk hati, yg bisa menenangkan pikiranku dari dentuman musik Eminem yg sering menemaniku ketika sedang kesal.

Insayallah…mudah2an ini menjadi kebiasaan dankewajibanku…untuk bangun pagi…!!


“JAPANESE BLOG” nekat dibikin deh..^_^;

walah…semaleman maksain bikin blog  edukasi bahasa jepang ternyata bikin mumet juga yah. kalo bahannya sih udah punya, kan buku2nya udah ada. tapi yang bikin bingun, cara masukin ke blog itu sendiri , masa musti diketik semua? bisa gempor atuh jari gw! heuheu…

tapi gak papa lah, mudah2an blognya terus bisa di-update, kan kasian klo “hidup segan mati tak mau”

see yaa…!!!!

NIHONGOHETA’S  WebBlog


Miyabi, Tanaka, dan Aku….

1,5 tahun aku tinggal di Jepang, rindu akan kampung halaman semakin menggebu. Rindu akan gelak tawa keluarga dan anak2, hiruk pikuk Bandung yang macet setiap saat, juga obrolan ringan diantara teman2 sejawat. Hampir tiap malam aku meluangkan waktu untuk bertemu dengan mereka, meski selalu melalui dunia maya. “apa kabar?”, “bagaimana suasana disana?”, “sedang musim apa sekarang?”, selalu muncul diawal kami memulai obrolan. Kadang tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat, karena selalu ditemani teman2 dan keluarga yang ku rindukan. (lagi…)


10 Resep Sukses Bangsa Jepang

Dari email yang masuk ke inbox mail saya, daterima dari milis alumni_da_garut dari http://romisatriawa hono.net/ 2007/06/13/ 10-resep- sukses-bangsa- jepang/>
 

10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh.

*1. KERJA KERAS*

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah
sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.
(lagi…)


KAngeeeennnn…

Emang sih klo dibandingin ma rata2 umur manusia, tinggal di perantauan yang cuman 3 tahun sangat…sangat….sangat sebentar. Tapi klo pisahnya dari anak2 dan istri, rasanya 3 tahun terasa lama pisan. Sekarang aja baru 10 bulan, rasanya dah kayak 10 tahun, maklum….masih keitung keluarga muda…hihihi. (lagi…)


Setan Bungkeuleukan…

Kata2 “Setan Bungkeuleukan” pasti asing ditelinga masyarakat indonesia kecuali Suku Sunda, kata itu ku sayah diartikeun “Setan yang Menjelma” atau juga “Jelmaan Setan”. Dalam tulisan ini tidak ada unsur horor ataupun niat menakut-nakuti, ngan saukur  mengeluarkan unek2 yang ada didalam kepala (diatas kepala….ketombe dooong).

Setan bungkeuleukan yang di maksud adalah hal2 yang bikin kita jadi lupa ketika hendak melaksanakan sesuatu yang telah kita niatkan sebelumnya. Hal2 yang menghalangi kita dengan iming2 kesenangan atau kanikmatan sakeudeungeun. TV yang menghabiskan waktu ibadah, internet sebagai sarana edukasi yang menjadi sarana ereksi, pemimpin yangterlihat bijak padahal ruksak, teman yang diharapkan menasihati malah menjerumuskan bisa disebut sebagai Setan Bungkeuleukan. Conto2 lainna cukup ningali kana lingkungan sabudeureun awak, apakah ada yang mengajak kita kepada hal negatif atau tidak,  hal2 yang menghalangi hal2 positif.

Secara tidak sadar kita telah sering terseret oleh para Setan Bungkeuleukan ini, bahkan tak jarang malah kita memujanya. Harta, Tahta, dan Kesenangan selalu menjadi dasar terpengaruhnya kita oleh para Setan2 ini.

Berjuanglah….hapus, minimal kurangi intensitas kita bergaul dan menikmati bersua dengn Setan bungkeuleukan, karena kita juga harus sadar bahwa kita akan kembali kepada-Nya.

 

UNDER CONSTRUCTION


First Ied In Japan

hiks…hiks…
Bahagianya berlebaran, meski jauh dari keluarga tercintah…
Perjuangan yang panjang dan melelahkan…Namun setimpal dengan tetes air mata penyesalan dan doa yang kupanjatkan untuk keselamatan keluargaku di Indonesia.

Photobucket

Aku lebaran di Kobe, gak dimasjid tapi aula pertemuan yang disewa KJRI dan masyarakat INA se-Kansai. Terasa kurang aura ied-nya…
Mungkin hal itu karena aku biasa lebaran bareng keluarga dan takbiran gila2an semalam suntuk..haaa…
Blom lagi para jamaahnya malah banyak yang haha hihi, foto2, ngobrol2, takbir sambil nunggu shalat iednya malah kayak kumpulan anak2 SD lagi makan siang…huuuhh.
Tapi Alhamdulillah, Allah masih memberikan rizki buat aku. Soalnya direkturnya ngasih aku libur (dan untuk teman protestanku tidak) sehari penuh, sebabnya aku harus menempuh perjalan sejauh 102 km.

Yah emang nasib tinggal di kampung, susah buat ke mana2….
Dari wakayama ke kobe kutempuh dalam sehari semalam….heee..
maklum…blum paham jalur kereta dan lokasinya, jadi nginep semalam di Umeda shonai di apartement temenku.

Mudah2an Lebaran berikutnya aku bisa ikut merayakannya lagi….amin


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.988 pengikut lainnya.