CITA-CITA
PEngen bikin program homeschooling buat anak, punya motor ronteng, rumah sederhana dengan penuh kehangantan dan tawa, pekerjaan yang kucintai, anak banyak, mobil yang bisa muat buat seluruh keluarga, ibadah haji, jadi photographer terkenal yang pintar motret sekaligus ngajarin orang memotret, dan masih banyak lagi ^^d
MatA CintA
” apabila seorang lelaki mencintai seseorang, maka dia tidak akan pernah melihat apapun yang tidak disukainya didalam diri orang tersebut. Segala sesuatu darinya begitu sempurna, penampilannya, cara berbicara dan berjalannya” .
Dengan cara melihat dengan Mata Cinta maka kalian bisa tiba pada level tersebut. Seperti Layla & Majnun, dia mencintai segala sesuatu yg menjadi miliknya Layla, anjingnya, kampungnya, termasuk orang-orang dari kampung Layla. Cinta yang sempurna membuat kita melihat diri seseorang dan hanya mendapatkan kesempurnaan dari orang tersebut. Bagi seorang yang mencintai, tidak ada yang tidak disukai dari Sang kekasihnya. (lagi…)
SENYUMLAH….
Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari email yang saya terima dari milis alumni De-A, yang di ambil dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah. (lagi…)
INSOMNIA
Empat puluh tahun lalu dalam etalase butik kulihat boneka cantik dari plastik. Ia mengenakan gaun putih pengantin salju. Ia berseru, “Hei! Menikahlah denganku!” Kala itu aku sudah punya ijazah, kerja dan rumah. “Mungkin,” pikirku, “sudah waktunya aku berumah tangga.” Maka, boneka itu kubeli dan kubawa pulang naik taksi. Kami menikah dan punya tiga anak. Karena istriku bijaksana, aku lupa bahwa ia hanya boneka dan bahwa anak-anak kami adalah makhluk separuh boneka separuh manusia. (lagi…)


GSB
Poernama Photography


