Me My Self & My Journal Blog

Posts tagged “10 Resep Sukses Bangsa Jepang

BLOG ADIK KECILKU

Aku orang yang tipenya gak begitu suka keliling di blog orang lain kalau gak begitu bermanfaat buatku, makanya perkembangan informasi agak kurang bisa mengikuti :D Namun di salah satu pilihan WP ternyata ada sebuah fitur “Find Friend”, dan lebih spesifiknya lagi teman yang menggunakan jejaring sosial FB. Rasa penasaran menuntunku untuk mengetahui seberapa banyak teman FBku yang bikin Blog di WP. Ternyata jumlahnya hanya 26 orang dari 1900 orang lebih ;P Mungkin banyak Webblog yang lain yang lebih mudah atau lebih terkenal dari WP, atau mungkin juga masih kurangnya orang untuk meluangkan waktu membuat blog dan menikmati rutinitasnya. Aku sendiri sudah membuat blog dari tahun 2008 lalu, meskipun dengan berbagai kendala, isi blog tidak begitu signifikan dalam memberi informasi.

Dari 26 orang teman di jejaring sosialku, ternyata salah satunya adalah adik kandungku. Senang juga melihat adikku membuat blog, lebih senang lagi ternyata isi blognya adalah pembelajaran ilmu agama. Aku bangga kepada adikku, dia lebih kuat berjuang dalam mempelajari agama, bahkan dengan tekad kuatnya itu, dia kuliah jurusan PAI dengan biaya sendiri di Jakarta setelah lulus di Akademi Kimia Analis di Bogor dengan titel Ahli Madya Kimia Analis. Titelnya rela dia copot demi mengejar cita2nya mempelajari ilmu agama, bahkan pada awal2 kuliahnya, dia rela menyisihkan setengah uang gajinya untuk biaya kuliah padahal gajinya di bawah UMR.

Tulisan yang tercantum di blog ku yang berisi “Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia “berkewajiban” untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog–dengan bahasa Inggris atau Indonesia — untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.” bermaksud mengajak agar orang2 lebih mau mengembangkan dirinya dengan mengapresiasikan diri dalam bentuk tulisan. Bahkan Mr. Yoshitake dalam bukunya “Jyakusa No Senryaku” [Strategi Bisnis Orang Lemah], seorang motivator bisnis terkenal asal Jepang mewajibkan dirinya untuk menulis di blog minimal sekali dalam satu hari. Maksudnya agar klien dan masyarakat umum bisa melihat perkembangan perusahaan atau kehidupan sehari2nya. Tentu saja yang baik2 saja, yang jelek2nya bisa diunggah dengan materi pembelajaran agar orang lain tidak mengikuti kejelekannya.

kembali ke Blog adikku, link ini akan membawa anda kedalam pengetahuan tentang Agama Islam. mudah2an bermanfaat bagi anda.


10 Resep Sukses Bangsa Jepang

Dari email yang masuk ke inbox mail saya, daterima dari milis alumni_da_garut dari http://romisatriawa hono.net/ 2007/06/13/ 10-resep- sukses-bangsa- jepang/>
 

10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh.

*1. KERJA KERAS*

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah
sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.
(lagi…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.988 pengikut lainnya.