Lagi banyak ide yang ingin aku wujudkan, sekarang ini baru Singlewheel Trailer dan usaha jual LELE GOKIL yang baru terwujud. Singlewheel Trailer sendiri merupakan project yang sudah aku rencanakan sejak 1 tahun lalu, namun baru bisa terealisasi 2 minggu belakangan. Sekarang sedang dalam tahap proses finishing. Untuk usaha LELE GOKIL, aku ikut teman yang menjadi owner usaha itu, aku jadi agen untuk wilayah Ujung Berung-Bandung.


Masih banyak project lain yang ingin aku wujudkan, tampaknya harus menunggu lagi karena keuanganku menipis. Biaya untuk Singlewheel Trailer sudah mencapai 1,5 juta, dan usaha sebagai agen penjualan LELE GOKIL juga baru 2 hari berjalan dan sudah keluar modal awal yang cukup lumayan untuk ukuran keluargaku. Mudah2an semuanya berjalan lancar, kalau lancar kan hasilnya buat project2 aku yang lainnya. Amiiinnn
-6.935402
107.741299
Mei 31, 2012 | Categories: Cur Hadhad | Tags: belajar, Edukatif, Eksperimen, LELE GOKIL, project, singlewheel, trailer, uang | Tinggalkan komentar »
Para penjual jasa mainan anak2 sekarang semakin marak, baik itu di kota ataupun di desa2. Waktu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, aku sering sekali membujat mainan2 bersama teman2ku dengan menggunakan bilah bambu ataupun pelepah daun pisang. Mainan mobil2an, kuda2an, gangsing, layangan, pedang2an, ataupun mainan lainnya sering kami buat mengisi hari2 anak2 waktu dulu.
sekarang permainan banyak disediakan oleh para pejual jasa ataupun penjual maianan. Playstasion, XBox, game PC, Game Online, Radio Control, Wahana Bermain, Mengendara kuda, Odong2, dan lain2. Mainan sekarang rata2 terbuat dari plastik dan bahan metal. Jarang sekali terlihat anak2 membuat mainan, mereka langsung meminta kepada orang tuanya dan membeli di toko2 ataupun menyewanya.
Anakku yang sulung paling rajin naik Odong2, wahana mainan yang sederana dengan biaya yang murah. anya dengan seribu rupiah, anak2 dapat menaiki wahana itu dengan 3-5 kali putaran, atau dengan jangka waktu 5 menit. Jika permintaannya tidak dipenuhi, tangisnya tidak akan berhenti.
Namun suatu hari ketika kami hendak berkunjung ke rumah orang tua, kami melewati sebuah jembatan diatas sungai kecil yang airnya keruh berwarna coklat. Disana terlihat seorang penjual jasa odong2 sedang mencuci odong2nya dengan air sungai tersebut. Seketika anakku bertanya, “Ayah, kenapa odong2nya dicuci disitu? kan airnya kotor” ucapnya dengan mimik muka yang bingung. Aku tidak berusaha menjelaskannya, membiarkan anakku mencari jawabannya sendiri.
Minggu berikutnya ketika kami berjalan2 ke Pasar Minggu, anakku yang biasanya minta uang untuk naik odong2, ternyata hanya melihat ke arah anak2 yang berebutan menaiki odong2 yang mangkal disudut sebuah Ruko. Terlihat orang tua mereka yang tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya, menyemangati sebagian anak2 yang agak ketakutan. Anakku hanya berkata, “Yah, kasian yah anak2 itu, nanti pulangnya musti mandi tuh biar gak gatal2 badannya. Kan odong2 dicucinya di sungai” ucapnya dengan polos.
Sudah hampir 2 tahun berlalu semenjak anakku melihat Odong2 yang dicuci di sungai, dan dia tidak pernah meminta untuk menaiki wahana itu lagi. Sekarang dia senang sekali naik kuda, kuda yang sekali jalan harus membayar lima ribu rupiah
-6.914744
107.609811
Mei 15, 2012 | Categories: AnekDot, Uncategorized | Tags: anak, belajar, dulu, mainan, mainan kayu, mainan plastik, odong odong, sekarang | Tinggalkan komentar »
Aku orang yang tipenya gak begitu suka keliling di blog orang lain kalau gak begitu bermanfaat buatku, makanya perkembangan informasi agak kurang bisa mengikuti
Namun di salah satu pilihan WP ternyata ada sebuah fitur “Find Friend”, dan lebih spesifiknya lagi teman yang menggunakan jejaring sosial FB. Rasa penasaran menuntunku untuk mengetahui seberapa banyak teman FBku yang bikin Blog di WP. Ternyata jumlahnya hanya 26 orang dari 1900 orang lebih ;P Mungkin banyak Webblog yang lain yang lebih mudah atau lebih terkenal dari WP, atau mungkin juga masih kurangnya orang untuk meluangkan waktu membuat blog dan menikmati rutinitasnya. Aku sendiri sudah membuat blog dari tahun 2008 lalu, meskipun dengan berbagai kendala, isi blog tidak begitu signifikan dalam memberi informasi.
Dari 26 orang teman di jejaring sosialku, ternyata salah satunya adalah adik kandungku. Senang juga melihat adikku membuat blog, lebih senang lagi ternyata isi blognya adalah pembelajaran ilmu agama. Aku bangga kepada adikku, dia lebih kuat berjuang dalam mempelajari agama, bahkan dengan tekad kuatnya itu, dia kuliah jurusan PAI dengan biaya sendiri di Jakarta setelah lulus di Akademi Kimia Analis di Bogor dengan titel Ahli Madya Kimia Analis. Titelnya rela dia copot demi mengejar cita2nya mempelajari ilmu agama, bahkan pada awal2 kuliahnya, dia rela menyisihkan setengah uang gajinya untuk biaya kuliah padahal gajinya di bawah UMR.

Tulisan yang tercantum di blog ku yang berisi “Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia “berkewajiban” untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog–dengan bahasa Inggris atau Indonesia — untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.” bermaksud mengajak agar orang2 lebih mau mengembangkan dirinya dengan mengapresiasikan diri dalam bentuk tulisan. Bahkan Mr. Yoshitake dalam bukunya “Jyakusa No Senryaku” [Strategi Bisnis Orang Lemah], seorang motivator bisnis terkenal asal Jepang mewajibkan dirinya untuk menulis di blog minimal sekali dalam satu hari. Maksudnya agar klien dan masyarakat umum bisa melihat perkembangan perusahaan atau kehidupan sehari2nya. Tentu saja yang baik2 saja, yang jelek2nya bisa diunggah dengan materi pembelajaran agar orang lain tidak mengikuti kejelekannya.
kembali ke Blog adikku, link ini akan membawa anda kedalam pengetahuan tentang Agama Islam. mudah2an bermanfaat bagi anda.
-6.935402
107.741299
Mei 9, 2012 | Categories: Blog LEaRniNG, RELiGi | Tags: 10 Resep Sukses Bangsa Jepang, adik, agama, belajar, bisnis, blog, budaya lisan, Edukatif, ilmu, indonesia, informasi, islam, jepang, keluarha, menikmati, menulis, tekad, wordpress, yoshitake | Tinggalkan komentar »
Weekend kemaren sungguh menyenangkan, banyak rekan dan saudara yang datang silih berganti menjenguk anak lelakiku yang baru disunat minggu kemarin. Ada yang memberi hadiah uang, mainan robot, burung berkicau, dan sepeda. Temanku asal Cirebon memberi hadiah burung Tledekan Laut, pesanan dari anakku sebelum dia disunat.

Hadiah berupa burung itu menambah semarak suasana rumah, dan memberi tambahan rutinitas untuk diriku. Karena belum pernah memelihara burung berkicau sebelumnya, akhirnya aku mencoba mencari artikel tentang burung dibeberapa blog. Ternyata penggemar burung sangat banyak, dan artikel tentang burung pun lumayan lengkap.
Burung tledekan itu sendiri ternyata banyak jenisnya, ada tledekan gunung, tledekan akar, tledekan laut, dan tledekan2 lainnya. Cara pemeliharaan burung pun sangat banyak, namun ilmunya tidak terlalu sulit ditemukan karena banyak di unggah di berbagai blog. Salah satu blog yang cukup menjawab pelbagai masalah burung berkicau ada di blog OmKicau, ada banyak sekali artikel yang isinya cukup mudah dimengerti untuk pemula sepertiku. Suara burung pun bisa di download di internet dengan mudah, dengan modal ke warnet, berbagi suara burung berkicau bisa di unduh di berbagai blog. untuk suara burung tledekan laut, bisa di unduh di suara burung tledekan download. Ini tambahan link tentang blog burung berkicau, mudah2an bermanfaat.
Burung Tledekan Laut hadiah dari teman pun menjadi bagian dari keluarga kami, anak2ku memberi nama “Viko”. Suatu saat nanti koleksi peliharaan burung kami akan aku tambah, dengan berbagai macam burung berkicau lainnya
-6.935402
107.741299
Mei 8, 2012 | Categories: Uncategorized | Tags: anak, belajar, burung, Edukatif, Eksperimen, hadiah, keluarha, laut, peliharaan, tledekan, tledekan laut | Tinggalkan komentar »
Kemarin [3 Mei 2012] sekitar pukul 11 siang terjadi kebakaran di gardu listrik PLN Ujung Berung Jl. Cinunuk di depan rumah makan La Ponyo, yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik dari daerah Cinunuk hingga ke Cibiru-Bandung. Rumahku yang berada di daerah Cinunuk-Cileunyi pun terkena dampaknya, mulai dari pukul 11 siang kemarin sampai pukul 7.30 tadi pagi masih belum mendapatkan aliran listrik. Aku yang sedang berada dikantor di Lembang ketika kejadian itu berlangsung, tidak begitu mempermasalahkan pemadaman listrik tersebut karena aku berpikir masalah tersebut akan cepat tertangani sebelum aku pulang pada sore harinya. Namun ternyata hingga pukul 9.30 malam, Listrik belum juga menyala. Stok lilin yang kami punya dipakai semua, karena anak2ku tidak terbiasa dengan kondisi rumah yang gelap. Ketika hendak membeli lagi, ternyata semua persediaan lilin di warung2 dan minimarket terdekat sudah habis semua. Dengan hanya mengandalkan lampu senter [rechargeable torch], aku membongkar alat2 dan perlengkapan studioku untuk mencoba bereksperimen membuat penerangan darurat
Yang pertama aku ingat adalah aku sedang membuat DIY Portable Powerpack
untuk lampu studioku, akhirnya bisa bermanfaat juga
. Aku pasang accu mobil yang telah aku charge 2 hari sebelumnya ke Inverter& Charger, lalu aku pasang lampu belajar agar bisa menerangi ruang tamu. Alhamdulillah dayanya cukup untuk menerangi ruangan selama 2 jam, dan memberi waktu untuk si bungsu bermain.
Setelah lampu belajar bisa menerangi ruangan dan keluargaku ceria kembali, aku mulai membuat lampu penerangan lain dengan bahan bakar Minyak Goreng. Dalam percobaan pertamaku, aku membuat wadah penyimpanan minyak dengan menggunakan kaleng bekas susu kental, dengan sumbu dari bahan bekas handuk. Namun ternyata hasilnya gagal total, karena sumbunya tidak bagus dan selalu terbakar habis menjadi abu. Untuk menyalakannya memang gampang, tapi menyalanya pun tidak lama karena sumbunya hangus. Karena tidak punya sumbu kompor, akhirnya aku membuang minyak dan sumbu handuk tersebut ke tong pembakaran sampah di rumahku untuk membakar sampah sekaligus memberi cahaya penerangan di halaman rumah.
Percobaan kedua aku membuat penerangan minyak dengan menggunakan mainan anakku, yang idenya muncul dari pengalaman masa kecil istriku di kampungnya dulu. Dengan menggunakan Ketel mainan dari besi dengan sumbu kapas dan sebagai alasnya dengan menggunakan cobek kayu.
Percobaan keduaku ini ternyata berhasil dengan sukses, karena kapas tidak hangus terbakar dan bertahan hingga minyaknya habis. Penerangan minyak ini cukup memberi kami cahaya, dan mengantar mimpi2 indah kami tentang kampung kami dulu.
NB: Portable Powerpack sebaiknya dijauhkan dari jangkauan anak2 karena bisa menyebabkan tersengat listrik. Dan lampu minyak harap dijauhkan dari bahan2 yang mudah terbakar dan menggunakan bahan2 yang terbuat dari besi atau kaca. Untuk cara pembuatan Lampu minyak yang lebih professional bisa melihat ke yutub karya sockermidget dan Swissgearlabs. Selamat berkreasi…
-6.935402
107.741299
Mei 4, 2012 | Categories: PhoTograPhy, Uncategorized | Tags: belajar, DIY, Eksperimen, fotografi, kampung, lampu, listrik, mati lampu, minyak, PhoTograPhy, Portable powerpack | Tinggalkan komentar »
Banyak melihat banyak pula yang pengen dibikin, Creative Project malah jadi tersendat ^^”. Kebanyakan liat karya orang malah jadi kesel sendiri, mikirin hasil, bahan, dan alat2 yang mereka punya. Mikirnya cloning doang, padahal aku sendiri punya alat2 yang bisa aku pake buat bikin karya. hahahaha…ternyata aku masih kurang kreatif, belom bisa memanfaatkan secara maksimal alat2 yang aku punya.

Alat2 fotografi punyaku udah lumayan komplit, kalo menurutku ya udah punya standar minimum untuk bikin studio deh ^^. tapi masih ada aja alasan yang bikin aku males untuk memulai, partner lah, power supply lah, waktu lah, lokasi lah, yang selalu jadi alasanku ^^” padahal kesemuanya itu bisa ditangani tanpa harus keluar modal dan waktu lagi. kayaknya aku harus mulai dari dasar aja, mencoba berkarya dengan alat yang ada.
Banyak hutang karya yang harus aku bikin, banyak request yang belom aku laksanain. Mulai besok, aku bikin karya…ya…aku harus bikin karya. Hasil akhir adalah pembelajaran, proses adalah pencapaian. Yuuuppp…SEMANGAT!!!!
-6.935402
107.741299
Mei 1, 2012 | Categories: Cur Hadhad, PhoTograPhy | Tags: belajar, creative project, Eksperimen, hutang, karya, kreatif, kurang, PhoTograPhy, Portable powerpack | Tinggalkan komentar »
walah…semaleman maksain bikin blog edukasi bahasa jepang ternyata bikin mumet juga yah. kalo bahannya sih udah punya, kan buku2nya udah ada. tapi yang bikin bingun, cara masukin ke blog itu sendiri , masa musti diketik semua? bisa gempor atuh jari gw! heuheu…
tapi gak papa lah, mudah2an blognya terus bisa di-update, kan kasian klo “hidup segan mati tak mau”
see yaa…!!!!
NIHONGOHETA’S WebBlog
Juli 5, 2009 | Categories: Blog LEaRniNG, Cur Hadhad, Japon | Tags: bahasa, belajar, jepang | Tinggalkan komentar »